KLASIK MINIMALIS ALA DESAINER GRAFIS – TRIUMPH TIGER CUB 1962

 
Bagi Balian Pandjaitan mendapatkan sebuah motor yang jarang dimiliki banyak orang adalah sebuah kebanggan, terlebih motor yang didapatkan pria yang bekerja disalah satu Major Label industri musik Indonesia ini adalah sebuah Triumph Tiger Cub lansiran 1962. Motor yang didesain oleh Edward Turner berkapasitas 200 CC satu silinder konfigurasi empat langkah yang dibuat Triumph Motorcycles di pabriknya di kota kecil Meriden sekitar 10 KM dari Birmingham – Inggris ini dibeli oleh Bro Balian karena kecintaannya pada motor-motor klasik terutama motor-motor buatan Inggris Raya. “Ini motor gue beli dalam kondisi yang mengenaskan Bro, cuma gue sudah ngumpulin beberapa peranti dan part-part untuk mesin yang gue order khusus untuk motor ini, selebihnya kita buat tampilan motor ini bisa lebih manis Bro…”, begitu ucap pria lajang ini saat berdiskusi mengenai konsep ubahan untuk Triumph Tiger Cub-nya ini. Kelar diskusi soal ubahan final sambil menikmati secangkir Hot Coffee Latte di The Waroeng’s Of Studio Motor, sebuah kedai kopi yang berada satu area dengan STUDIO MOTOR Custom Bike, maka dimulailah pengerjaan small bike lansiran Triumph ini.
Proses awal pengerjaan dimulai dengan menurunkan mesin yang sedianya pada jamannya menghasilkan tenaga 10-14 bhp @ 6500 rpm 4 speed ini. Beberapa peranti diganti dari part-part yang sudah disediakan oleh Bro Balian saat menyerahkan motor ini. Pengapian pun dirubah menjadi menggunakan CDI dari sebelumnya yang masih mengandalkan platina. Pada sektor kaki-kaki shock depan ditukar dengan shock teleskopik 41 mm kepunyaan Yamaha Byson. Bagian lengan ayun tetap mengandalkan bawaan motor berpadu dengan shock belakang YSS Top Up Chrome, untuk lingkar roda Bro Balian cukup percaya diri untuk menjejalkan velg TK Japan 18X2.50 berpadu dengan ban Avon Safety Milleage MK2 4.00-18. Giliran bodi digarap, tangki bahan bakar masih mempertahankan bawaan motor untuk tetap mempertahankan ciri dari Triumph Tiger Cub, hanya bagian spatboard depan dan belakang, cover accu dan cover tangki oli serta alas jok yang dibuat. Tetap mengandalkan material plat galvanil 1 mm yang dibentuk sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Bro Balian. Kelar keseluruhan pengerjaan bodi giliran Komet Studio ambil bagian, padu padan silver dan hitam lansiran Spies Hecker dibagian tangki dan spatboard semakin memberikan aura pada motor ini tanpa mengorbankan konsep minimalis yang menjadi tujuan. Pamungkas beberapa peranti penunjang dipasangkan untuk tetap memberikan kenyamanan saat Bro Balian riding dengan Triumph-nya ini, seperti lampu depan aftermarket, lampu belakang, lampu sen serta stang yang juga pada awalnya telah disiapkan Bro Balian. Untuk knalpot Flash Muffler Custom mendesain layaknya motor-motor bernafaskan street tracker.

Kelar pengerjaan yang memakan waktu hampir 4 bulan plus dengan perbaikan mesin ini mampu menbangkitkan memori kejayaan Triumph Tiger Cub 200 ini. Beberapa orang yang datang ke Custom Motorcyle Gallery Studio Motor pun hampir semuanya memberikan tanggapan positif serta cukup terpesona dengan tampilan akhir motor milik Bro Balian, bahkan tidak sedikit yang ingin meminang motor ini. “Sayang Bro, mesin sudah normal dan juga tampilan yang ngebuat gue surprised untuk saat ini gue akan nikmatin dulu…”, ujar Bro Balian saat melihat hasil akhir dari pengerjaan motornya ini. Like we said Bro, classic bike is an invesment.


Klik foto untuk memperbesar gambar



Spesifikasi :
  • Body Custom by STUDIO MOTOR Custom Bike 
  • Painting & Airbrush by KOMET Studio
  • Shock Depan Teleskopik 41 mm
  • Velg TK Japan 18X2.50
  • Ban Avon Safety Milleage MK2 4.00-18
  • Lampu Depan & Bekalang Aftermarket
  • RPM OEM Triumph
  • Filter Udara TDR
  • Exhaust System by Flash Muffler Cystom

 

 

STUDIO MOTOR Custom Bike
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *